
Jakarta, 24 Juli 2025 — CBNCloud, penyedia solusi cloud computing di Indonesia, kembali menggelar forum bisnis CBNCloud Connect yang kali ini berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). Mengusung tema “Cloud Forward: Powering Fintech Ecosystem with AI Innovation and Cyber Resilience”, acara yang berlangsung di Premiere Lounge, SCBD, Jakarta, pada Kamis (24/7) ini mempertemukan para pemimpin teknologi dari berbagai perusahaan fintech, regulator, serta penyedia solusi digital dalam satu ruang dialog strategis.
Forum ini menjadi ruang diskusi dalam menjawab tantangan digitalisasi, kebutuhan akan regulasi yang adaptif, serta pentingnya menjaga kepercayaan pengguna di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Melalui pemaparan dan diskusi terbuka, peserta forum mendapatkan wawasan mendalam mengenai peran teknologi Artificial Intelligence (AI), ketahan siber berbasis cloud, serta konektivitas yang aman.
Forum dibuka oleh sambutan dari Natalia Dwi Arientowati, Vice President of Business Solution CBNCloud, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem fintech yang tangguh dan adaptif.
“Melalui Cloud Forward, kami ingin mendorong lahirnya strategi dan solusi konkret untuk mendukung pertumbuhan industri fintech yang lebih inovatif namun tetap sejalan dengan regulasi serta kebutuhan keamanan digital,” ujar Natalia.
Hal ini diperkuat oleh sambutan dari Muhamad Ismail, Wakil Ketua Umum AFSI, yang menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam menjembatani inovasi dengan kepatuhan regulasi.
“Fintech syariah terus tumbuh dan menjadi motor inklusi keuangan di Indonesia. Namun, untuk tetap kompetitif dan aman, kita harus mampu mengadopsi teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. Forum ini menjadi panggung untuk saling berbagi strategi dan praktik terbaik,” ungkap Ismail.
Forum Cloud Forward menghadirkan 3 sesi diskusi yang membedah tiga pilar utama dalam membangun ekosistem fintech yang inovatif, strategis, dan aman:
1. AI-Powered Identity & Engagement Solutions: Membangun Kepercayaan Digital
Disampaikan oleh Max Meiden Dasuki, Senior Solutions Architect Tencent Cloud, sesi ini menggali bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan proses identifikasi pengguna secara otomatis dan akurat melalui biometrik, e-KYC, dan behavior analytics. Teknologi ini membantu fintech dalam membangun kepercayaan pengguna, mengurangi fraud, sekaligus meningkatkan keterlibatan pelanggan secara personal dan berkelanjutan.
2. Ketahanan Bisnis: Membangun Cyber Resilience Berbasis Cloud
Disampaikan oleh Bapak Andrik Supriadi, Head of Business Solutions CBNCloud. Ketahanan digital menjadi fondasi dalam menjaga kelangsungan layanan finansial di tengah ancaman siber yang terus meningkat. Sesi ini menyoroti bagaimana infrastruktur dan software berbasis Cloud dapat membantu perusahaan fintech menerapkan strategi backup otomatis, disaster recovery, storage, security, serta monitoring ancaman real-time secara efisien dan skalabel.
3. Konektivitas Aman untuk Mendukung Operasional Fintech
Topik ini disampaikan oleh Bapak Rahmat Budiyana, Vice President of Business Development & Service Assurance CBN yang menyoroti pentingnya infrastruktur konektivitas yang tangguh dan aman untuk mendukung operasional fintech secara andal dan skalabel. Hal ini mencakup kesiapan jalur koneksi (Connectivity Link Readiness) dengan fitur redundansi, failover, dan mitigasi DDoS, serta dukungan jalur khusus untuk trafik multipurpose. Selain itu, dibahas pula pentingnya kemampuan operasional melalui tim teknis yang andal, monitoring sistem, kontrol akses jaringan, serta penerapan proses autentikasi dan enkripsi yang kuat di setiap titik koneksi untuk menjaga keamanan data secara menyeluruh.
Dengan terselenggaranya CBNCloud Connect, CBNCloud dan AFSI berharap dapat mendorong terbentuknya roadmap transformasi digital yang lebih terstruktur, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan fintech berbasis teknologi di Asia Tenggara.
“Kami percaya bahwa teknologi yang canggih hanya akan bermakna jika digunakan secara bijak dan inklusif. Cloud Forward adalah awal dari dialog yang lebih besar dan lebih luas,” tutup Natalia Dwi Arientowati.