Seiring meningkatnya kebutuhan adopsi solusi cloud computing di seluruh dunia termasuk di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan, cukup banyak organisasi maupun perusahaan yang bertanya perihal apa saja perbedaan antara cloud dan on-premises, dan manakah solusi yang terbaik untuk kebutuhan bisnis mereka, termasuk bisnis Anda?

Dalam rangka efisiensi anggaran penggunaan infrastruktur IT, banyak organisasi yang melakukan migrasi data operasionalnya ke cloud. Hal ini dikarenakan cloud menawarkan benefit skalabilitas, fleksibilitas dan juga benefit pengelolaan anggaran yang fleksibel sesuai penggunaan.

Namun demikian, saat ini perangkat on-premises masih dibutuhkan dan masih banyak digunakan oleh beberapa sektor bisnis, bahkan di masa kini ketika cloud computing mulai mengubah tren penggunaan perangkat komputasi modern seiring perubahan kebutuhan bisnis yang kian dinamis.

Artikel kali ini sangat direkomendasikan untuk Anda agar Anda dapat memutuskan solusi terbaik terkait perangkat komputasi yang paling cocok dengan kebutuhan bisnis Anda, khususnya perbedaan antara on-premises dengan cloud dan bagaimana agar penerapan transformasi digital perusahaan Anda sejalan dengan strategi IT yang telah dicanangkan. Simak terus artikel ini sampai habis, ya!

Daftar Isi
1. Apa Itu On-Premises?
2. Apa Itu Cloud Computing?
3. Perbandingan antara Cloud dan On-Premises
    3.1. Ketersediaan Sumber Daya
    3.2. Model Pembayaran
    3.3. Pengelolaan dan Pemeliharaan
    3.4. Keamanan
    3.5. Perhitungan Finansial
4. Perbandingan Harga/Biaya antara Cloud dan On-Premises
    4.1. Perangkat Keras
    4.2. Pemeliharaan
5. Apakah Cloud Selalu Lebih Baik Dibandingkan On-Premises?
6. Solusi Hybrid Cloud Terbaik dengan Hyperscale Partner Cloud Kelas Dunia

Apa Itu On-Premises?

On-premises atau biasa disebut juga sebagai on-prem adalah model komputasi yang terdiri dari perangkat lunak yang diunduh ke perangkat fisik yang dimiliki dan dikelola oleh suatu organisasi atau perusahaan. Sebagian besar kalangan kerap menggunakan istilah on-premises untuk merujuk ke data center yang dimiliki organisasi, termasuk server milik perusahaan, sistem jaringan dan komponen sistem. Selain itu, on-prem dapat merujuk ke aplikasi yang dirancang secara internal khusus untuk penggunaan tertentu di suatu organisasi.

Apa Itu Cloud Computing?

Selama ini kami sudah sering membahas mengenai cloud server dan jenis-jenisnya seperti public cloud, private cloud, hybrid cloud, hingga berbagai varian turunannya seperti cloud hosting, VPS (Virtual Private Server) hingga VDC (Virtual Data Center). Lalu, apa sebenarnya definisi dari cloud computing?

Secara definisi, cloud computing adalah suatu model komputasi di mana organisasi lain atau pihak ketiga yang memiliki dan mengelola server organisasi atau perusahaan Anda, termasuk untuk kebutuhan storage, database dan perangkat lunak sebagai bentuk layanan kepada pelanggan.

Sehingga perusahaan Anda tidak perlu memiliki perangkat keras dan perangkat lunak sendiri secara kapital (CapEx), organisasi Anda cukup mengeluarkan biaya sesuai dengan kontrak atau perjanjian awal untuk menggunakan layanan cloud computing kapan pun Anda membutuhkan layanan tersebut.

Perbandingan antara Cloud dan On-Premises

Berikut perbedaan dan perbandingan antara cloud computing dan on-premises.

1. Ketersediaan Sumber Daya

Ketersediaan sumber daya merupakan perbedaan utama antara proses deployment cloud dan on-premises.

Cloud

Ketika suatu perusahaan bermigrasi ke cloud, seringkali mereka melakukannya dengan motif bahwa cloud adalah sumber daya yang scalable. Analyst Gartner mendefinisikan skalabilitas sebagai kemampuan sistem untuk meningkatkan (upgrade) atau menurunkan (downgrade) spesifikasi layanan seiring perubahan kebutuhan aplikasi dan sistem, yang juga turut berpengaruh pada perubahan biaya layanan.

Dengan kata lain, organisasi Anda dapat menggunakan sumber daya komputasi, kapasitas storage dan layanan sesuai dengan yang Anda butuhkan. Karena cloud menyediakan layanan on-demand atau sesuai permintaan, perusahaan Anda tidak dibatasi oleh spesifikasi perangkat keras yang ada, sehingga Anda pun dapat menambahkan lebih banyak sumber daya secara fleksibel pada masa mendatang seiring dengan meningkatnya kebutuhan komputasi perusahaan.

On-Premises

Adapun sumber daya on-premises menawarkan kapasitas storage dan spesifikasi komputasi yang terbatas. Oleh karena itu, organisasi Anda perlu merencanakan dan mempertimbangkan penggunaan dan seberapa lama organisasi Anda akan mempertahankan sumber daya mereka. Sehingga hal ini akan berdampak pada pengeluaran biaya yang lebih kecil atau justru membengkak, ditambah hal ini juga akan membatasi performa aplikasi, database dan storage yang Anda miliki secara kapital.

2. Model Pembayaran

Berikut ini perbedaan model pembayaran antara penggunaan cloud computing dan on-premises.

Cloud

Sumber daya cloud memberlakukan model pembayaran berupa subscription-based atau usage-based. Pada subscription-based, biayanya tetap untuk satu pengguna atau satu organisasi selama setahun maupun secara bulanan. Adapun pada usage-based, karena jumlah sumber daya komputasi yang Anda gunakan selama periode waktu tertentu besarannya berbeda, maka biaya dalam setiap periodenya pun bervariasi bergantung pada jumlah penggunaan Anda.

Selain itu, ketika suatu organisasi bermigrasi ke cloud Anda perlu memperhitungkan juga biaya tambahan yang timbul sewaktu-waktu setelah penerapan cloud. Biaya tersebut meliputi:

  • Anda harus menambahkan lebih banyak pengguna ketika ada karyawan baru bergabung dengan perusahaan Anda, di mana hal ini tergolong pengeluaran biaya tambahan
  • Jika Anda menggunakan mekanisme usage-based, cenderung sulit untuk menakar penggunaan cloud secara konsisten dalam setiap periode
  • Sulit untuk mengestimasi penggunaan secara efektif dengan sizing yang tepat sesuai kebutuhan Anda tanpa bantuan cloud expert/cloud architect terpercaya

Oleh karena itu, untuk bermigrasi ke cloud dengan mulus, Anda perlu berkonsultasi dengan penyedia layanan cloud terpercaya yang dapat melakukan sizing dengan cermat dan tepat sebelum proses migrasi dilakukan, salah satunya CBNCloud.

On-Premises

Kebanyakan perangkat lunak on-premises menggunakan model lisensi. Dengan lisensi, organisasi Anda membayar biaya penggunaan tetap dan memberikan Anda keleluasaan untuk mendistribusikan perangkat lunak ke para pengguna sebanyak yang Anda inginkan selama periode lisensi berlaku.

Model lisensi yang banyak digunakan di antaranya:

  • Perpetual: biasanya diterapkan pada versi perangkat lunak tertentu berdasarkan pembelian satu kali dengan penggunaan tak terbatas selamanya
  • Floating: jumlah lisensi yang ditentukan yang dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkannya sampai lisensi digunakan
  • Subscription: model pembayaran periodik yang secara otomatis melakukan pembaruan di akhir periode pembayaran

Namun di sisi lain, ketika kebanyakan perusahaan dapat mengelola model lisensi dengan mudah hal ini menghadirkan masalah baru di antaranya:

  • Ketidakmampuan untuk mendapatkan pembaruan keamanan atau dukungan pelanggan terkait sistem operasi dan perangkat lunak
  • Membutuhkan biaya kapital yang sangat besar di awal
  • Risiko kehilangan data lebih rentan untuk terjadi

3. Pengelolaan dan Pemeliharaan

Memahami kebutuhan pemeliharaan yang berbeda untuk setiap jenis penerapan model komputasi akan membantu Anda dalam pengambilan keputusan yang tepat.

Cloud

Ketika Anda menggunakan layanan SaaS, penyedia layanan yang akan melakukan pembaruan ke sumber daya cloud secara berkala, sehingga Anda sebagai pengguna tidak perlu melakukan pembaruan sistem sendiri. Dengan demikian, organisasi Anda dapat mendelegasikan tanggung jawab terkait vulnerability patches, uptime dan backup ke penyedia layanan.

Namun, ketika organisasi Anda memutuskan untuk menggunakan layanan IaaS atau PaaS, organisasi Anda yang harus bertanggung jawab untuk pemeliharaan dan perlindungan aplikasi dan beban kerja di dalam environment cloud.

On-Premises

Jika perusahaan Anda menggunakan on-premises yang memiliki sendiri perangkat lunak, firmware dan perangkat keras, maka perusahaan Anda yang harus bertanggung jawab atas semua aktivitas pemeliharaan infrastruktur. Aktivitas ini termasuk menginstal pembaruan patch keamanan ke semua perangkat, menjaga ketersediaan data center dan menanggapi permintaan pengguna layanan.

Tentunya hal ini akan menguras sumber daya yang besar berupa tenaga ahli, alokasi waktu pemeliharaan dan biaya-biaya lain terkait pemeliharaan perangkat infrastruktur on-premises Anda.

4. Keamanan

Keamanan di seluruh environment cloud maupun on-premises, setiap penempatannya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Itulah sebabnya Anda sebagai pihak pengambil keputusan perlu memahami karakteristik keduanya sebelum memutuskan solusi terbaik.

Cloud

Keamanan cloud adalah tanggung jawab bersama, melalui model/jenis berikut ini:

  • Penyedia layanan: Bertanggung jawab atas keamanan sumber daya cloud, artinya bertanggung jawab atas segala kerentanan yang memengaruhi infrastruktur berupa perangkat keras dan perangkat lain yang mereka miliki
  • Pelanggan: Bertanggung jawab atas keamanan di sumber daya cloud, artinya bertanggung jawab atas akses ke informasi sensitif di dalam sumber daya infrastruktur yang digunakan pelanggan

Misalnya, jika pihak-pihak tak bertanggung jawab mengeksploitasi kerentanan di server yang dimiliki oleh penyedia cloud yang menjurus ke pelanggaran data, maka penyedia layanan yang wajib bertanggung jawab. Namun jika pelaku kejahatan siber mengeksploitasi kesalahan konfigurasi yang dilakukan dan dikelola oleh pelanggan layanan, maka pelangganlah yang bertanggung jawab atas kelalaiannya sendiri.

Dengan demikian, urusan keamanan pada environment cloud merupakan tanggung jawab bersama antara pelanggan dan penyedia layanan cloud.

On-Premises

Adapun terkait keamanan pada on-premises, organisasi atau perusahaan Anda memiliki kepemilikan penuh atas pengaturan atau restriksi keamanan yang diterapkan. Jika suatu perusahaan memiliki sumber daya keamanan yang mumpuni dan terus diperbarui, maka risiko-risiko serangan yang mengeksploitasi celah keamanan akan dapat diminimalisir dengan efektif.

Namun demikian, hal ini juga yang membuat organisasi Anda harus bertanggung jawab penuh untuk menjaga dan memantau keamanan siber pada on-premises Anda secara berkelanjutan yang tentunya akan menguras sumber daya berupa waktu, tenaga ahli dan biaya yang tidak sedikit.

5. Perhitungan Finansial

Perbedaan dalam pemilihan jenis komputasi juga berdampak pada pelaporan dan perencanaan keuangan. Dalam banyak hal, perbedaan ini merupakan salah satu perubahan paradigma krusial yang harus dipertimbangkan oleh organisasi Anda.

Cloud

Operating expenditures (OpEx) atau pengeluaran operasional adalah biaya sehari-hari yang dikeluarkan sebuah bisnis sebagai bagian dari operasional. Umumnya, biaya ini mencakup produk dan layanan yang digunakan oleh organisasi Anda setiap periodenya.

Skalabilitas cloud dengan harga berbasis langganan (subscription-based) jangka pendek mengindikasikan bahwa banyak organisasi mengkategorikan biaya berlangganan layanan cloud sebagai OpEx. Sehingga dengan menggunakan cloud, organisasi Anda memiliki fleksibilitas yang lebih besar dan lebih banyak peluang untuk membuat perubahan pada layanan IT Anda ketimbang menggunakan on-premises.

Jika organisasi Anda dapat mengontrol biaya langganan layanan cloud secara efektif sesuai dengan kebutuhan, maka Anda turut mengurangi biaya operasional yang mengindikasikan terwujudnya efisiensi keuangan perusahaan.

On-Premises

Adapun penerapan teknologi on-premises dikategorikan sebagai capital expenditures (CapEx) atau pengeluaran biaya kapital. CapEx adalah biaya tetap dengan nilai depresiasi terukur, yang menjadikan prakiraan keuangan jangka panjang perusahaan Anda lebih mudah untuk dipetakan. Sehingga jika Anda berencana untuk bermigrasi dari on-premises ke cloud diperlukan perubahan paradigma akuntansi yang akan dihadapi oleh organisasi Anda.

Selain itu, penerapan infrastruktur on-premises mendorong organisasi Anda untuk mengeluarkan biaya kapital yang cukup besar di awal dengan value yang akan terdepresiasi seiring waktu.

Perbandingan Harga/Biaya antara Cloud dan On-Premises

Perbedaan teknologi cloud dan on-premises diikuti pula oleh perbedaan harga/biaya penggunaan sebagaimana penjelasan berikut.

1. Perangkat Keras

Perangkat keras terdiri dari perangkat-perangkat fisik infrastruktur komputasi yang digunakan oleh suatu organisasi untuk menjalankan teknologi tersebut.

Cloud

Salah satu keunggulan penggunaan cloud adalah Anda tidak perlu membeli dan mengelola perangkat keras sendiri karena penyedia layanan cloud yang menyediakan dan mengelola perangkat keras komputasi untuk masing-masing pelanggannya.

On-Premises

Apabila Anda menggunakan on-premises, organisasi Anda harus mengeluarkan biaya untuk membeli perangkat keras sendiri. Dengan demikian, selain harus mempertimbangkan faktor depresiasi, dalam jangka panjang organisasi Anda pun harus mempertimbangkan biaya pembaruan perangkat yang seiring waktu akan obsolete baik secara usia pakai maupun jenis teknologi.

Terlebih jika perangkat keras on-premises Anda mengalami kerusakan lebih awal dari rencana operasi, Anda harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk segera melakukan penggantian perangkat.

2. Pemeliharaan

Selain itu, terdapat perbedaan biaya pemeliharaan antara penerapan cloud dan on-premises, di antaranya sebagai berikut.

Cloud

Mekanisme pemeliharaan infrastruktur cloud dilakukan langsung oleh penyedia layanan cloud yang juga akan menanggung biaya untuk pemeliharaan perangkat keras, perangkat lunak, firmware, yang dilakukan oleh tenaga ahli tersertifikasi sebagai bagian dari biaya berlangganan layanan Anda.

Sehingga organisasi Anda tak perlu merekrut staf IT khusus untuk melakukan pemeliharaan infrastruktur cloud maupun urusan teknis lain, percayakan semuanya pada cloud provider terbaik.

On-Premises

Adapun pada on-premises, karena organisasi Anda yang memiliki dan mengendalikan perangkat keras sendiri, maka organisasi Anda yang menanggung semua urusan dan biaya pemeliharaan meliputi:

  • Perekrutan staf IT untuk mengelola uptime
  • Perekrutan staf IT untuk memastikan keamanan perangkat keras, perangkat lunak dan konfigurasi firmware
  • Perekrutan staf keamanan siber untuk memonitor risiko-risiko keamanan secara real-time
  • Waktu yang dihabiskan untuk melakukan pembaruan keamanan perangkat
  • Waktu yang dihabiskan untuk menanggapi masalah layanan

Apakah Cloud Selalu Lebih Baik Dibandingkan On-Premises?

Dari paparan di atas, sangat jelas bahwa solusi cloud jauh lebih banyak menawarkan berbagai benefit serta keunggulan yang dapat meningkatkan produktivitas bisnis Anda jauh lebih pesat. Saat ini, memang terdapat beberapa sektor bisnis yang tergolong pada heavily regulated industry seperti perbankan, healthcare, mining industry, hingga sektor pemerintahan yang masih ragu menerapkan cloud dikarenakan faktor regulasi dan compliance, khususnya terkait privasi dan keamanan data-data confidential perusahaan mereka.

Namun demikian, seiring berkembangnya teknologi saat ini cloud telah menyediakan berbagai jenis dan platform cloud baru untuk Anda pilih sesuai kebutuhan bisnis. Misalnya, Anda dapat menggunakan private cloud yang akan memberikan Anda benefit privasi, kontrol penuh dan kustomisasi yang dapat disesuaikan dengan sektor bisnis dan pertumbuhan bisnis Anda dalam jangka panjang.

Selain itu, karena kompleksitas infrastruktur IT yang dimiliki dan dikelola oleh perusahaan Anda saat ini, Anda pun dapat memadukan berbagai environment multi-cloud misalnya antara private cloud, public cloud dan on-premises yang Anda gunakan dengan solusi hybrid cloud yang menggabungkan sejumlah benefit dari berbagai jenis environment cloud dengan tujuan efisiensi dan fungsionalitas cloud yang lebih baik.

Solusi Hybrid Cloud Terbaik dengan Hyperscale Partner Cloud Kelas Dunia

Apabila perusahaan Anda memerlukan solusi cloud yang memungkinkan untuk menempatkan data-data penting Anda di data center yang berlokasi di Indonesia sekaligus membutuhkan sumber daya skala besar dan platform yang hanya tersedia pada hyperscale cloud, silakan untuk dapat berkonsultasi dengan kami.

CBNCloud siap berkolaborasi dan bertumbuh bersama bisnis Anda dengan memberikan solusi yang tepat untuk bisnis Anda dengan layanan cloud aman, andal dan terpercaya. Hubungi kami segera untuk mengetahui layanan Hybrid Cloud Google Cloud, Azure Cloud, Alibaba Cloud dan IBM Cloud sebagai solusi transformasi digital Anda.

Nikmati kemudahan bertransformasi digital bersama CBNCloud, optimized to simplify your life.
(ch)

HUBUNGI KAMI:
sales@cbncloud.co.id
+6221 2996 4977 ext. 6800
cbncloud.co.id

Kontak media

Call Center

Contact our sales representatives to help you arrange schedule for a presentation

Support

Our helpful and always ready experts are a click or call away. Anytime, anywhere.

Member Center

Sign in and enjoy our various solutions as a member for your business